Cari Blog Ini

Jumat, 16 Oktober 2009

Masalah Ekonomi

A. KEBUTUHAN MANUSIA

Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
1. Macam-macam kebutuhan manusia
a. Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya
1) Kebutuhan primer /pokok
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang sangat mutlak harus dipenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya
Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan
2) Kebutuhan sekunder / tambahan
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi
Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi
3) Kebutuhan tersier / kemewahan
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi
b. Kebutuhan menurut waktunya
1) Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi/kebutuhan yang harus segera dipenuhi
Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan
2) Kebutuhan yang akan datang/masa depan
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang.
Contoh: tabungan
3) Kebutuhan tidak tentu waktunya
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental
Contoh : konsultasi kesehatan
4) Kebutuhan sepanjang waktu
Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lama
c. Kebutuhan menurut sifatnya
1) Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan
Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
2) Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan.
Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan
d. Kebutuhan menurut aspeknya
1) Kebutuhan individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seorang saja
Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
2) Kebutuhan sosial (kelompok)
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok.
Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan

2. Benda dan Jasa
Benda adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak
Barang atau benda dibedakan menjadi empat macam
a. Berdasarkan cara memperolehnya
1) Barang ekonomi adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
Contoh: makanan, pakaian, air bersih, rumah, dan alat-alat rumah tangga
a) Barang ekonomi berwujud yang disebut benda
Contoh: makanan, mobil, dan rumah
b) Barang ekonomi tak berwujud yang disebut jasa
Contoh: jasa guru, dokter, montir mobil, dan hiburan
2) Barang bebas adalah barang yang jumlahnya cukup banyak dan melebihi kebutuhan manusia
Contoh: air laut, sinar matahari, dan udara
3) Barang illith adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga menimbulkan bencana/kerugian
Contoh: banjir, kebakaran, dan topan
b. Berdasarkan kegunaannya
1) Barang subsitusi adalah barang pengganti, artinya barang yang fungsinya menggantikan barang lain
Contoh : kayu bakar pengganti minyak tanah, jagung pengganti ketela pohon
2) Barang komplementer adalah barang pelengkap, artinya barang yang fungsinya untuk melengkapi barang lain.
Contoh: tinta dengan bolpoin, bensin dengan sepeda motor, gula dengan kopi
c. Berdasarkan jaminannya
1) Barang tetap/tidak bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka panjang
Contoh: tanah, rumah, dan gedung
2) Barang bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka pendek.
Contoh: perhiasan, TV, dan sepeda motor.

d. Berdasarkan proses produksinya
1) Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi
Contoh : kapas, kayu, getah, dan karet
2) Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh: kapas menjadi benang, kayu menjadi papan
3) Barang jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi dan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh : kain, perabot rumah tangga

3. Biaya sehari-hari
Biaya sehari-hari adalah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi sehari-hari yang dinyatakan dengan satuan uang. Biaya sehari-hari antara manusia satu dengan manusia yang lain tidak selalu sama, dan tidak semua kebuthan sehari-hari selalu dapat dipenuhi. Hal ini karena keterbatasan/kelangkaan sumber daya alam tersebut.

4. Biaya peluang
Tidak semua kebutuhan terpenuhi maka manusia mencari pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena adanya pilihan lain inilah terjadi biaya peluang. Biaya peluang adalah biaya yang tidak jadi dikeluarkan/dikorbankan karena seseorang beralih untuk membeli barang yang lain. Di dalam mengalokasikan sumber daya dan barang sebagai alat pemuas kebutuhan harus dilakukan secermat mungkin agar pengalokasian tersebut dapat memenuhi kebutuhan, baik vertikal maupun horizontal.

B. KELANGKAAN
Sumber daya alam dan jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, SDA tersebut berangsur-angsur berkurang, bahkan akan habis dalam memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, mengakibatkan kelangkaan. Jadi, kelangkaan adalah terbatasnya macam dan SDA yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Kelangkaan SDA tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Keterbatasan SDA
Alam merupakan pemberian Tuhan Yang Maha Esa, tidak semua pemberian alam dapat berlangsung dikonsumsi maupun direproduksi. Oleh karena itu, manusia dituntut dapat memanfaatkan SDA sebaik-baiknya.
2. Bencana alam
Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki manusia. Namun, dalam kenyataannya hal ini terjadi, akibatnya merusak SDA dan mengancam kehidupan manusia.
3. Pertumbuhan penduduk
Penduduk bertambah menurut deret ukur, sedangkan perekonomian bertambah menurut deret hitung. Artinya, apabila penduduk dibiarkan secara alami, niscaya akan terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan SDA yang ada.
4. Perlambatan penerimaan teknologi
Penemuan teknologi dapat menghambat penggunaan sumber daya. Semakin lambat ditemukan teknologi berarti semakin besar kemungkinan terjadi pemborosan penggunaan SDA
5. Ketidaksabaran manusia
Banyak kegiatan yang dilakukan manusia karena ketidaksabarannya dapat berakibat berkurangnya SDA
6. Terbatasnya kemampuan produsen
Tidak semua keinginan konsumen terpenuhi oleh produsen, hal ini disebabkan oleh terbatasnya faktor-faktor produksi yang ada.

C. MASALAH POKOK EKONOMI
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
1. Masalah ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)

2. Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan / penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.

D. HILANGNYA KESEMPATAN KERJA
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.

E. SISTEM EKONOMI
1. Pengertian
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
2. Macam-macam sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah
1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2) tanah merupakan sumber kehidupan,
3) belum mengenal adanya pembagian kerja,
4) pertukaran secara barter,
5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
b. Sistem ekonomi adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.
Ciri-ciri ekonomi komando adalah
1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,
2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,
3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat
4) Pembagian kerja diatur negara,
5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.
c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
Ciri-ciri ekonomi pasar adalah
1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,
2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi
3) munculnya persaingan antarpengusaha
4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh
d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, berikut ciri-ciri ekonomi pasar.
1) Alat produksi yang vital dikuasai negara
2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum

Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan

Permintaan adalah : kesanggupan pembeli untuk membeli berbagai jumlah produk pada berbagai kemungkinan tingkat harga dalam waktu yang sama.

A. 1. Hukum Permintaan

Hukum permintaan berbunyi : jumlah produk yang diminta berbanding terbalik dengan harga, artinya : jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Tentu saja kondisi di atas bersifat ceteris paribus artinya semua faktor yang mempengaruhi berlakunya hukum permintaan dianggap tetap.

A. 2. Kurva Permintaan

Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan

A. 3. Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif. Ia miring dari kiri atas ke kanan bawah. Kurva permintaan ini bisa bergeser disepanjang kurva permintaan apabila terjadi perubahan harga dan perubahan jumlah barang yang diminta.

Sedangkan pergerakkan kurva permintaan hanya bisa terjadi apabila jumlah barang berubah. Kurva permintaan dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan atas dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri bawah.

A. 4. Faktor – factor yang Mempengaruhi Permintaan

Faktor – faktor yang menyebabkan keadaan ( hukum permintaan tak berlaku ) tidak menjadi ceteris paribus dan mempengaruhi permintaan masyarakat adalah :

1. Selera masyarakat

2. Jumlah pendapatan

3. Intensitas kebutuhan

4. Adanya barang Substitusi

5. Banyaknya konsumen akan produk yang bersangkutan

Permintaan dapat dibedakan menjadi :

1. Permintaan absolut : permintaan yang harus dipenuhi tanpa mempertimbangkan kemampuan

2. Permintaan potensial : permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli

3. Permintaan efektif : permintaan yang benar – benar dilaksanakan

A. 5. Analisis Matematis

Analisi ini berguna untuk menggambar dan memperhitungkan harga dan jumlah permintaan secara lebih rasional matematis. Adapun hal – hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Fungsi permintaan dituliskan : Qd = a – b. P

Qd = jumlah barang yang diminta

a = konstanta

b = gradien garis

P = harga barang

2. Rumus persamaan garis melalui dua titik yaitu

P – P1 Q – Q1

P2 – P1 Q2 – Q1


B. Penawaran

Penawaran diartikan : kesediaan penjual untuk menjual berbagai jumlah produk pada berbagai tingkat harga dalam waktu yang sama.

B. 1. Hukum Penawaran

Hukum penawaran menyatakan bahwa : jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga. artinya : jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik dan sebaliknya, ceteris paribus

B. 2. Kurva Penawaran

Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif artinya variable – variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas.

B. 3. Pergeseran Kurva Penawaran

Sifat kurva penawaran dalam pergesaran dan pergerakkan kurva hampir sama dengan yang terjadi pada kurva permintaan hanya gambar kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas. Selanjutnya kurva penawaran dikatakan bertambah apabila kurvanya bergerak ke kanan bawah dan dikatakan berkurang apabila kurvanya bergerak ke kiri atas.

B. 4. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Faktor – faktor yang menyebabkan hukum penawaran tak berlaku atau keadaan menjadi tak ceteris paribus lagi adalah :

1. Kemampuan produsen untuk berproduksi

2. Ekspektasi

3. Ketersediaan factor Produksi

4. Banyaknya perusahaan

5. Jumlah permintaan yang dihadapi perusahaan

B. 5. Analisis Matematis

Analisi ini berguna untuk menggambar dan memperhitungkan harga dan jumlah penawaran. Adapun hal – hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Fungsi penawaran dituliskan : Qs = - a + b. P

Qs = jumlah barang yang ditawarkan

a = konstanta

b = gradien garis

P = harga barang

2. Rumus persamaan garis melalui dua titik yaitu

P – P1 Q – Q1

P2 – P1 Q2 – Q1

Budaya Organisasi

Pengertian Budaya Organisasi

Budaya adalah suatu keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, lembaga dan barang-barang atau perkakas ciptaan manusia yang mencirikan populasi manusia. Dengan lain kata bahwa kebudayaan tersebut terdiri dari berbagai pola masyarakat tertentu serta berkaitan dengan gaya hidup yang unik dari suatu kelompok orang-orang tertentu. Mereka sepakat bahwa budaya dapat dipelajari dan bukan merupakan bawaan sejak lahir, berbagai aspek budaya saling berhubungan, kebudayaan adalah berbagi, dengan adanya kebudayaan dapat menentukan batas-batas kelompok. Hal ini di sebabkan kelompok masyarakat terdiri dari orang-orang dan budayanya. Oleh karena itu tidak cukup hanya membicarakan satu hal tanpa menghubungkannya dengan yang lain (Ball and McCulloch, 2000).

Pendefinisian terhadap budaya organisasi oleh berbagai kalang para ahli seperti di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kilman, Saxton, dan Serpa (1986), “ Falsapah ideologi, nilai-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap dan norma yang dimiliki bersama dan mengikat suatu masyarakat”.

2. Eliott (Duncar, 1989), “ Cara berfikir dan melakukan sesuatu yang mentradisi, yang dianut bersama oleh semua anggota organisasi dan para anggota baru harus mempelajari atau paling tidak menerimanya sebagian agar mereka diterima sebagai bagian organisasi”.

3. Wheelen and Hunger (1986), ” Budaya organisasi adalah nilai-nilai yang dianut bersama oleh anggota organisasi dan diwariskan dari satu generasi kegenerasi berikutnya”.

4. Grifin and Ebert (1989), “ Budaya organisasi adalah pengalaman, sejarah, keyakinan, dan norma-norma bersama yang menjadi ciri organisasi”.

Manfaat Budaya Organisasi

Budaya organisasi hingga saat ini, dirasakan telah mempunyai peranan yang sangat penting, selain itu juga sebagai alat untuk mengikat atau menyatukan pandangan setiap anggota di dalam organisasi, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan bersama yang disepakati untuk diraih. Di dalam pencapaian tersebut dapat di laksanakan berdasarkan pada rentang kendali yang telah diperluas, menghorisontalkan struktur organisasi, diperkenalkannya tim-tim kerja, pengurangan aktivitas formalisasi, diberikannya otonomi tugas dan pekerjaan kepada karyawan oleh organisasi yang bersangkutan. Jadi makna bersama yang didistribusikan oleh budaya. Budaya yang kuat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua orang yang berda di dalam organisasi diarahkan ke suatu pandangan arah yang sama (Stephen P. Robbin, 1996). Seperti yang telah diketahui, siapa saja yang memperoleh tawaran kerja pada suatu organisasi, maka yang dinilai sebagai prestasi tinggi, dan yang dipromosikan sangatlah dipengaruhi kecocokkan individu organisasi terhadap organisasinya, artinya bahwa sikap dan prilaku kesehariannya harus sesuai dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam organisasi bersangkutan atau yang biasa dikenal dengan isitilah budaya. Totalitas budaya dapat diartikan sebagai perilaku, seni, kepercayaan, kelembagaan, dan semau produk lain dari karya dan penilaian manusia yang mencerminkan suatu masyarakat atau penduduk yang dikembang secara bersama-sama (Kotter, 1997).

Pada tingkatan yang lebih mendalam, budaya mengarah kenilai-nilai yang dianut bersama-sama oleh setiap orang dalam kesempatan dan kecenderungan bertahan sepanjang waktu walaupun telah terjadi perubahan pada anggotanya. Tingkat yang lebih terikat, mecoba menggambarkan pada pola atau gaya perilaku suatu organisasi sehingga para karyawannya secara otomatis terdorong untuk mengikuti perilaku sejawatnya atau dengan kata lain terdapatnya tindakan melakukan pencontohan dari rekan sejawatnya. Biasanya hal tersebut di awali oleh para pimpinan (leader) organisasi.

Menurut Schein, budaya diartikan sebagai suatu pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan, atau dikembangkan oleh suatu kelompok dalam proses belajar menghadapi permasalahan dan beradaptasinya manusia terhadap lingkunganya dan pengitegrasian dirinya, yang telah diuji kegunaannya, dan yang patut dan layak untuk diterapkan pada generasi berikutnya (pegawai baru) yang merupakan suatu cara yang dirasakan baik dan benar untuk dipandang, memikirkan, dan merasakan permasalahan semacam itu. Budaya organisasi kerap kali digunakan sebagai alat dan kunci untuk keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian strategi usaha organisasi. Dengan kata lain, terdapatnya suatu kecenderungan pada budaya organisasi adalah merupakan suatu tonggak atau pondasi yang harus dimiliki organisasi, dimana ia akan dapat menentukan suatu kontinuitas kinerja bisnis dalam jangka panjang maupun jangka pendeknya. Setelah organisasi melakukan penstandarisi atau memformalkan nilai-nilai tersebut dan yang dijadikan sebagai suatu aturan main serta pedoman sebagaimana yang seharus telah ditentukan untuk karyawannya, maka nilai-nilai tersebut diharapkan akan terbentuk.Manfaat besar dengan adanya budaya organisasi adalah dimana para pengikutnya atau karyawan dapat terfokuskan dan tercurahkan segala perhatiannya pada sistem nilai-nilai yang ada dan berlaku di dalam organisasi. Selain itu juga di kalangan menejer atau para penyelia yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab di dalam suatu organisasi, maka dengan nilai-nilai yang berlaku dapat dipakai sebagai dasar di dalam membuat dan menetapkan suatu keputusan yang lebih baik, hal ini dikarenakan adanya rambu-rambu yang jelas dari sistem nilai dari suatu budaya organisasinya.

Aspek Kajian Budaya Organisasi

Dimensi-dimensi yang terdapat sebagai asumsi budaya organisasi pada tingkat asumsinya dan belief dari teori Schein sebagai berikut:

a. Hubungan dengan lingkungan

Aspek hubungan ini mengamati pada hubungan yang mendasar tentang bagaimana hubungan manusia dengan alam dan lingkungannya. Bisa di nilai melalui angota-anggota kunci organisasi. Aspek ini memiliki 3 (tiga) elemen yang cukup penting sebagai berikut :

1. Berkaitan dengan, bagaimana mereka memandang peran organisasi dalam masyarakat, di mana hal tersebut bisa di lihat melewati jenis produk yang di hasilkan atau cara pelayanan yang diberikan, atau di mana pasar utamanya juga segmen pelanggannya.

2. Seperti apa pandangan mereka terhadap lingkungan yang relevan dengan organisasi baik terhadap lingkungan ekonomi, politik, teknologi, sosial budaya serta terhadap yang lainnya.

3. Bagaimana mereka memandang posisi organisasi terhadap lingkungannya, apakah organisasi lebih mendominasi ? atau di dominasi oleh lingkungan, atau bahkan posisi organisasi seimbang dengan lingkungannya ?

b. Hakekat kegiatan manusia

Pada tingkat aspek ini, berkaitan dengan pandangan semua anggota organisasi mengenai hal-hal apa saja yang perlu untuk dikerjakan oleh manusia berdasar pada asumsi mengenai realitas (kenyataan), lingkungan, dan sifat manusia itu sendiri, apakah ia harus aktif (agresif), pasif (menuggu atau diam), mengembangkan diri, atau dan sebagainya. Apa yang dimaksud dengan kerja dan apa yang dimaksud dengan bermain ?. Dasar dari aspek ini adalah berkaitan dengan sikap mental manusia terhadap lingkungannya, apakah reaktif, proaktif, atau harmonis.

c. Hakekat realitas dan kebenaran

Tingkatan aspek ini berkaitan dengan pandangan para anggota organisasi terhadap kaidah linguistik dan keprilakuan yang dapat memutuskan mana yang nyata dan mana yang tidak, mana yang fakta, bagaimana suatu kebenaran di tentukan atau di tetapkan, apakah suatu kebenaran tersebut diungkapkan atau ditemukan ?. Di dalam aspek ini memiliki 4 (empat) elemen pokok yaitu:

1. Realita fisik yang berkaitan dengan persoalan kriteria objektif atas suatu fakta.

2. Realita sosial yang mempermasalahkan konsensus atas opini, kebiasaan, digma dan prinsip.
3. Realita subjektif yang mempermasalahkan terhadap pengalaman subjektif atas pendapat,
kecenderungan dan cita rasa pribadi.

4. Berkaitan dengan suatu kebenaran, yang berarti bagaimana seharusnya suatu kebenaran tersebut ditentukan apakah oleh agama, dogma, tradisi, moral, pendapat orang bijak atau berwenang, proses hukum, revolusi konflik, uji coba (eksperimen), atau pengujian ilmiah.
d. Hakekat waktu

Tingkat aspek ini berkaitan dengan pandangan para anggota organisasi yang terorientasi dengan waktu. Tingkat aspek ini juga di temukan memiliki 2 (dua) elemen penting di dalamnya yaitu:

1. Terfokus pada masa lampau, kini dan masa yang akan datang.

2. Apakah ukuran waktu yang relevan dipakai di dalam organisasi tersebut memakai satuan

detik, menit, jam, dan seterusnya.

e. Hakekat sifat manusia

Pada aspek ini, berkaitan dengan pandangan semua anggota organisasi yaitu mengenai apa yang dimaksud dengan manusia serta apa saja atributnya baik yang intrinsik atau puncak. Pada aspek ini juga di dapat 2 (dua) elemen penting yaitu :

1. Berkaitan dengan struktur hubungan manusiawi yang mempunyai alternatif linelitas, kolateralitas atau individualitas.

2. Berkaitan dengan struktur organisasi yang mempunyai variasi otokrasi, paternalisme, konsultasi, partisipasi, delegasi, kolegalitas.

f. Kesamaan dan Perbedaan Kelompok

Apakah kelompok yang dianggap baik tersebut berada di dalam kondisi homogen atau berbeda., dan apakah individu dalam suatu kelompok di dukung untuk berinovasi atau harus menyesuaikan diri.

Masalah Dalam Budaya Organisasi

Dalam suatu kenyataan pasti selalu ditemukan adanya masalah. Begitu pula dalam budaya organisasi. Masalah yang timbul biasanya merupakan kecemburuan sosial pada sesama anggota organisasi sehingga dapat menyebabkan disintegrasi pada organisasi tersebut. Hal seperti ini merupakan dampak dari factor-faktor sebagai berikut:

1. Perbedaan hak yang didapat anggota organisasi;

2. Perlakuan yang timpang dari pimpinan organisasi;

3. Ketidak mampuan anggota untuk bersaing, dsb.